Logo Bicara Udara

Apa Itu Polusi Udara Dan Apa Dampaknya Untuk Kesehatan?

Apa yang kamu pikirkan ketika polusi udara disebut? Asap knalpot, asap bakar sampah, asap rokok? Ya itu termasuk ke dalam polusi udara loh. Menurut World Health Organization (WHO), polusi udara adalah pencemaran lingkungan di dalam atau di luar ruangan oleh bahan kimia, fisik, atau biologis yang mencemari udara.

Sumbernya bisa berasal dari alam maupun aktivitas manusia, seperti kebakaran hutan, kendaraan bermotor, kegiatan industri, memasak dan masih banyak lagi.

Secara umum, polusi udara dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yakni benda Padat – Partikulat dan Gas. Gas pencemar udara yang paling dominan mempengaruhi kesehatan manusia adalah: korbon monooksida (CO), nitrogen oksida (NOx), belerang oksida (SOx), hidro karbon (HC) serta gas rumah kaca.

Sedangkan partikel padat yang masuk ke dalam indikator kesehatan AQI (Air Quality Life Index) diantaranya Partikulat Mikron PM10 dan PM2.5.

 

PM 2.5 adalah polutan udara yang berukuran sangat kecil, sekitar 2,5 mikron (mikrometer). Diameter partikel ini lebih kecil daripada 3% diameter rambut manusia, bahkan lebih kecil dari sel darah merah. Sehingga tidak dapat disaring oleh tubuh manusia.

Partikel PM2.5, jika terhirup dapat masuk sangat dalam ke dalam paru-paru kita. Di dalam paru-paru, partikel PM2.5 dapat masuk ke dalam aliran darah kita – di mana partikel tersebut diperlakukan sama seperti benda asing lainnya. Begitu masuk ke dalam tubuh kita, PM2.5 tidak bisa keluar. Sehingga PM2.5 akan menumpuk dalam tubuh dan menimbulkan berbagai penyakit.

Dampak polusi udara bisa terasa secara langsung dan tidak langsung. Jika terpapar langsung dapat menyebabkan mata perih, pusing, batuk-batuk, sesak bahkan pingsan. Namun dampak buruk polusi udara bisa bersifat akumulatif menempel pada tubuh yang menyebabkan:

  1. Gangguan pernapasan: Udara kotor yang menumpuk bisa menimbulkan risiko ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), asma dan bronkitis semakin parah.
  2. Ancaman Jantung: Risiko sakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi dapat meningkat karena polusi udara.
  3. Gangguan Paru: Paru-paru dapat terkena penyakit serius seperti pneumonia, emfisema, dan kanker paru-paru.
  4. Gangguan pertumbuhan anak: Mengganggu pertumbuhan paru-paru dan kesehatan bayi dan anak, bahkan mempengaruhi kecerdasan kognitif anak
  5. Masalah Kesehatan Lainnya: Risiko gangguan saraf, reproduksi, dan bahkan kematian dini bisa meningkat karena paparan polusi udara dalam jangka panjang.

Wah banyak sekali ya dampak buruk dari polusi udara. Ini jadi alarm bagi kita untuk mengurangi polusi udara agar menjadi suatu keharusan untuk melindungi kesehatan keluarga dan lingkungan. Kamu bisa berupaya mengurangi polusi udara dengan cara tidak membakar sampah, menggunakan transportasi umum, dan menggunakan barang yang ramah lingkungan.

Perlindungan yang kamu bisa lakukan adalah dengan menerapkan 6M + 1S, yaitu:

  1. Memeriksa kualitas udara melalui aplikasi atau website sebelum beraktifitas
  2. Mengurangi aktivitas luar ruangan dan menutup ventilasi rumah/kantor/sekolah/tempat umum di saat polusi udara tinggi.
  3. Menggunakan penjernih udara dalam ruangan
  4. Menghindari sumber polusi dan asap rokok
  5. Menggunakan masker saat polusi udara tinggi
  6. Melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
  7. Segera konsultasi daring/luring dengan tenaga kesehatan jika muncul keluhan pernapasan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *